objek wisata dekat malioboro

6 Objek Wisata Malioboro Untuk Liburan Weekend 6 Objek Wisata Malioboro Untuk Liburan Weekend

Makananjogja.com – Kamu mau liburan di Malioboro, Yogyakarta weekend ini? Objek wisata di sekitar Malioboro mesti dimasukkan ke dalam list kunjungan. Bagi yang berencana ingin liburan ke Yogyakarta, jangan lupa mengunjungi beberapa objek wisata yang disuguhkan oleh kota pelajar ini. Jalan Malioboro terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Tidak lengkap rasanya kalau ke Jogja tidak membeli batik khas Yogyakarta. Oleh-oleh ini menjadi daya tarik Jogja di mata wisatawan. Pasar Beringharjo merupakan pusat perbelanjaan Malioboro.

Tidak saja batik, pasar ini juga menjual berbagai oleh-oleh khas Jogja lainnya. Lokasi pasar ini terletak di Jalan Malioboro terus jalan ke selatan sampai di pertigaan Ngejaman belok ke kiri. Yang menjadi keistimewaan Malioboro adalah titik nol. Sebuah persimpangan yang menjadi favorit masyarakat sekitar dan wisatawan. Walaupun hanya sebuah persimpangan, titik nol ini bisa dibilang sebagai titik tengah kota Jogja. Lokasinya berada ditengah-tengah Keraton Jogja dan Jalan Malioboro. Objek wisata Malioboro yang satu ini menjadi tempat nongkrong untuk menghabiskan waktu dan berfoto-foto.

Pada sore hari dan malam hari selalu ramai disesaki wisatawan. Dengan dikelilingi bangunan bekas kolonial Belanda, membuat area ini seolah-olah sedang berada di negeri Belanda namun dengan lampu-lampu khas Jogja. Kawasan Malioboro terdapat banyak penginapan yang dapat dipilih menjadi tempat istirahat kita. Banyak penginapan dari harga rendah hingga hotel berbintang terdapat disepanjang kawasan Malioboro. Kawasan Malioboro juga terdapat banyak pedagang-pedagang makanan kaki lima dan pedagang yang menjual makanan dan oleh-oleh khas Jogja. Aktivitas Malioboro di malam hari juga patut untuk dinikmati. Dimalam hari ada musisi jalanan yang memainkan alat-alat musik tradisional menghibur wisatawan yang datang di kawasan Malioboro. Para musisi ini menghibur dengan menyanyikan lagu-lagu yang disaksikan oleh para wisatawan yang berlalu lalang menikmati jalanan dikawasan Malioboro.

Andong atau becak yang ada di kawasan Malioboro juga bisa anda nikmati. Disepanjang jalanan Malioboro terdapat andong dan becak yang bisa anda sewa mengitari kawasan Malioboro tanpa rasa capek. Kita juga bisa menyewa andong atau becak ini di malam hari untuk menikmati lampu-lampu jalanan Malioboro. Pastikan dulu rute dan harganya kepada tukang becak dan kita juga bisa menawarnya. Gudeg merupakan makanan khas Jogja yang wajib dicoba. Di sepanjang jalan Malioboro banyak pedagang-pedagang kuliner lesehan salah satunya gudeg. Pada siang hari sudah banyak pedagang kuliner mulai buka, tapi pengunjung akan lebih ramai berdatangan pada malam hari. Mencicipi berbagai kuliner khas Jogja dapat kamu temukan disepanjang Jalan Malioboro. Di malam hari menjadi pilihan yang bagus untuk memburu kuliner dikawasan tersebut. Kita juga bisa menikmati kuliner dengan adanya hiburan oleh musisi-musisi jalanan dan lampu jalanan serta kendaraan yang melawati jalur searah tersebut. Pedagang pakaian dan aksesori juga bisa dijajaki untuk menemukan oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang.

Gerbong-Gerbong yang Tak Pernah KosongDi Yogyakarta, angkringan dan nasi kucing seperti cendawan di musim hujan. Tersebar seantero provinsi, bisa sangat sulit menentukan angkringan mana yang patut dicoba. Sendang Ayu, dengan gerbong-gerbong angkringannya pantas dicoba. Pelanggan Datang Meski Menempuh Perjalanan PanjangMeskipun resepnya sederhana, ayam goreng Bu Sum punya pelanggan yang banyak. Warungnya yang berada di pinggir jalan sangat strategis memudahkan orang untuk mencarinya. Dari Dusun Semanggi, Mbah Cemplung Lawan Ayam KrispiDi tengah menjamurnya restoran cepat saji dengan menu ayam krispi, Mbah Cemplung tetap bertahan dengan ayam goreng rumahan sebagai menu andalan. Hadir dengan cara tradisional dan sederhana, ayam krispi pun ia lawan.

Baca Juga  : Resep Kue Geplak, Oleh-oleh Khas Yogyakarta

Bersantap Seraya Mengenang Suasana Rumah EyangTak hanya kelezatan santapannya saja yang ditawarkan, namun juga suasana Jawa-tradisional yang membuat pengunjung akan mengarungi lorong waktu menuju masa silam. Pengunjung Mengular Karena Getok TularStrategi pemasaran Bakmi Mbah Mo hanya getok tular, agak tak selaras dengan era kecanggihan komunikasi saat ini. Namun, strategi ini terbukti telah mengundang jajaran pejabat tinggi dan mantan presiden untuk menikmati menu di warung ini. Ketika Bakmi Bisu Membuat Anda Kehilangan KataBakmi Shibitsu menghadirkan pengalaman membisu ganda saat mencicipnya.

Penjual yang bekerja tanpa kata menyiratkan etos kerja keras dan rasa bakmi yang sanggup membuat anda kehilangan kata singgah ke lidah. Pak Jam dan Baksonya yang Makin Dikunyah Makin Terasa DagingnyaTerselip di kampung Ironayan, warung bakso yang satu ini menyuguhkan bola-bola kenikmatan yang dipelajari dari ketekunan. Wisata Air yang Berpadu dengan Lezatnya Udang Bakar MaduPuas bersenang-senang di wahana air, langsung dilanjut dengan wisata kuliner. Sepiring udang bakar madu yang tersaji di meja terlihat sangat menggoda.

Makanan Asal Hamburg Versi JogjaMelegenda sejak tahun 1988, Burger Monalisa semakin memperkaya khazanah kuliner di Jogja. Roti, mayones, dan dagingnya yang homemade memiliki rasa khas Jogja. Memboyong Vintage Eropa ke Sisi JogjaEropa memang benua yang sangat populer di dunia. Benua yang memiliki beragam lanskap ini tentunya menjadi magnet bagi para wisatawan. Namun, tak perlu jauh-jauh berwisata ke sana, karena di Jogja pun kini kita bisa merasakan suasana Eropa. Ketika Pak Koki Restoran Memasak Bakmi di Pinggir JalanMakanan pinggir jalan tidak selalu memiliki rasa yang pas-pasan.