cafe jogja malam hari

Di Kafe Ini Bisa Menghirup Udara Segar Sambil Berfoto Cantik Di Kafe Ini Bisa Menghirup Udara Segar Sambil Berfoto Cantik

Makananjogja.com – Berburu foto instagenik kini gencar dilakukan di kafe. Tak heran, karena kini kafe instagramable semakin menjamur, termasuk di Jogja. Kuliner legendaris di Jogja memang menarik untuk disambangi tapi kini kota Pelajar ini juga punya banyak kafe eye catching. Beberapa kafe ini bukan hanya menawarkan konsep karena makanan yang disajikan juga beragam dan menggoda selera. Tengah liburan akhir pekan di Yogyakarta? Jangan lupa sambangi 5 kafe jofja dengan konsep cantik ini. Kafe yang satu ini menawarkan suasana outdoor yang cozy sekaligus romantis.

Sesuai dengan namanya, Secret Garden memiliki area makan seperti di sebuah taman mini. Tak hanya konsepnya yang menarik tapi juga deretan menu makanannya. Ada bbq beef fillet steak yang disajikan dengan mashed potato, ada juga pepes oseng mercon yang bisa jadi pilihan makanan pedas. Oiya, kafe satu ini juga kerap jadi lokasi pesta pernikahan lho. Jl Amri Yahya No. Tempat makan yang satu ini selalu disambangi saat akhir pekan. Suasana yang asri dan pemandangan yang indah menjadikan tempat ini tampil instagenik.

Spot foto di resto ini juga banyak jadi siapkan gadget dan outfit terbaik ya. Menu andalan di restoran ini juga beragam, ada sate sapi, gudeg dan aneka ragam kopi. Tak hanya bisa makan, di sini juga bisa jadi tempat liburan mengusir penat sekaligus menghabiskan malam karena ada resort yang siap disewa. Konsep tempat makan yang asri dan modern sekaligus dihadirkan di tempat yang satu ini.

Area outdoor resto ini menghadirkan suasana penuh tanaman sementara area dalamnya dibuat minimallis dengan desain kekinian. Puas berfoto, saatnya memesan makanan. Ada seporsi nasi kuning Manado, lontong cap go meh dan sop buntut. Di sini juga ada kopi susu kekinian yang creamy nikmat. Jl. Demangan Baru No. Mau ngopi sambil hangout sama teman-teman? Coffee shop yang satu ini paling cocok. Suasana yang santai dengan area makan outdoor membuat nongkrong makin asyik. Sambil ngobrol, paling enak ditemani aneka kopi serta camilan.

Ada dorry sambal matah, homemade pancake dan pastinya kopi nikmat racikan barista. Kopi lokal di sini lumayan lengkap juga lho dan dijamin segar karena diroasting di tempat ini juga. Jl. Demangan Baru No. Mau hangout sambil makan pizza bisa dilakukan di Nanamia Pizzeria yang ada di kawasan Tirtodipuran. Suasana taman outdoor bikin santai makin seru. Tempat ini biasanya dipenuhi pengunjung saat sore tiba. Menu andalan di restoran ini bergaya Italia dan western namun dengan cita rasa yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Ada steak, pasta dan pastinya pizza aneka topping.

Baca Juga  : 7 Wisata Jogja Dengan Panorama Indah Dan Murah Meriah

Warung ini mudah dikenali dengan dipajangnya ketupat berukuran jumbo di depan warung. Meski sajian kuliner ini sangat sederhana tapi makanan di sini selalu ludes terjual. Mendol tempe, makanan khas Malang. Mendol adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar tempe kedelai yang berbentuk blok (mendol). Tempe mendol ini biasanya disajikan sabagai lauk atau pun dimakan langsung sebagai menu utama.

Tempe mendol memiliki tekstur yang lebih padat. Tempe mendol alias mendol tempe ini bisa kamu temui di penjual pecel. Rata-rata penjual nasi pecel juga menyuguhkan tempe mendol sebagai pelengkap. Bakpao Boldy yang legendaris di Malang. Daftar selanjutnya ialah makanan khas Malang buat oleh-oleh untuk keluarga atau teman. Salah satunya yang tak boleh terlewat adalah bakpao. Umumnya, makanan lezat ini sajikan dengan berbagai varian rasa yang terdiri dari varian manis dan gurih. Nah, salah satu bakpao legendaris di Malang adalah Bakpao Boldy yang sudah eksis pada tahun 1950. Untuk harganya sekitar Rp 9 ribu per buah dan pasta kacang hitam menjadi primadona dari varian rasa lainnya. Bakpao yang disajikan di sini terjamin bebas dari pengawet, pemutih atau bahan kimia lain sehingga cita rasa yang disajikan sudah tak perlu diragukan nih Detikers.

Dan ceramah nikahan dibawakan oleh Mustofa W Hasyim, penyair senior yang baik hatinya. Ceramahnya lebih dekat ke kuliah sastra, namun asyik. Kalimat itu kemudian melegenda, bahkan penyair dan pekerja kebudayaan, Latief S Nugraha, mencetak tulisan itu pada kaos dan pesanannya membludak, dan pada acara puisi akhir tahun Studio Pertunjukan Sastra di Taman Budaya Yogyakarta, dia dan Cak Kandar mengambil tema Hidup-hidupilah Puisi, Jangan Mencari Hidup dari Puisi.

Namun, anehnya justru Penyair Baba menghilang. Dia hanya mengirimkan uang yang jumlahnya sangat besar melebihi seribu satu kali honor nulis puisi di media masa. Penyair Baba bilang sudah bekerja di kapal pelayaran untuk menghidup-hidupi puisi dan acara puisi. Saat itu dia dalam perjalanan semacam residensi perikanan menuju Tanjung Harapan, Afrika. Dia mengirimkan beberapa potongan puisinya yang akan dia bukukan dalam antologi tunggalnya yang pertama Kisah 1001 Puisi atau alternatif lainnya Lelaki Muda dan Puisi atau, ini lebih frontal dan narsis sih menurutnya sendiri, Potret Penyair Baba sebagai Seorang Pelaut Mandiri.

Entah apa yang terjadi dengan jiwa dan keberaniannya, sampai lima tahun berlalu, rencana itu tinggal rencana belaka, sampai kemarin dia menelepon dan bicara soal anaknya. Penyair Baba berkata anaknya meminta demikian karena ibunya hampir setiap hari selama tiga bulan terakhir ini berbuat aneh. Istrinya membuat kue dan aneka makanan, kemudian menyuruh anaknya berpose lalu difoto, diunggah ke Instagram dan Facebook dan Twitter, lalu ditambah bikin video buat Youtube, sampai-sampai semua makanan itu jadi dingin dan anaknya tetap saja belum boleh makan selagi gambar dan videonya belum bagus, atau ada yang kurang dan mesti syuting ulang. Anaknya merasa capek karena teman-temannya tahu, ibu gurunya tahu, neneknya tahu, tetangganya tahu, semua dunia tahu dia baru makan apa, dan mereka memintanya, dan berkata betapa enaknya. Sementara kenyataannya, tidak seperti itu, kenyataannya adalah capek sekali dan anaknya malas dikenal orang banyak, mirip dengan ayahnya yang lebih suka kesunyian.

Anaknya protes pada ibunya, tapi malah ibunya bilang, sana cari ibu baru! Makanya dia minta pada ayahnya soal ibu baru, sebagaimana disuruh ibunya. Anaknya sudah protes, nanti dibilangin ke ayah lho. Tapi apa kata ibunya? Sana bilang saja ke ayah yang tukang mancing dan nulis puisi-puisi tidak berguna itu. Saya bingung harus menjawab apa, karena Penyair Baba begitu mencintai puisi. Baginya boleh dirinya dihina, tapi jangan puisi. Saya hanya bisa menulis cerita ini sambil menunggu komentar pembaca yang budiman. Eko Triono prosais, temannya Penyair Baba. Kini bermukim di Kota Xi’an, Tiongkok. Buku terbarunya novelet Seberapa Cantu Cinta Itu? Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, tema bebas, disesuaikan dengan karakter detikcom sebagai media massa umum yang dibaca semua kalangan. Panjang naskah sebaiknya tidak lebih dari 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media lain.