September 2020

Tempat Nongkrong Malam Hari di Jogja Tempat Nongkrong Malam Hari di Jogja

Tempat Nongkrong Malam Hari di Jogja – Jogja tidak hanya menyajikan tempat-tempat wisata menarik, tetapi juga menyajikan tempat-tempat tongkrongan yang menarik dan nyaman. Di tiap sudut kota Jogja selalu ada tempat-tempat nongkrong dengan ciri khasnya sendiri. Untuk kamu yang ingin mencari tempat nongkrong di Jogja, Anda dapat menyimak daftar yang sudah penulis rangkum.

Berikut adalah tempat nongkrong di Jogja yang cocok Anda kunjungi di malam hari:

1. Kopi Jos Jogja

Datang ke Jogja rasanya kurang lengkap kalau belum mencicipi Kopi Jos. Kopi Jos ini adalah kopi yang campurkan dengan arang atau bara api. Nama Kopi Jos berasal dari suara yang ditimbulkan ketika arang dimasukkan ke dalam kopi. Kopi Jos ini terletak di Jalan Mangkubumi, samping stasiun Tugu Yogyakarta. Suasana nongkrong di malam hari di Jogja tambah asik karena menikmati segelas Kopi Jos bersama teman-teman.

2. Pendopo Lawas

Pendopo Lawas terletak di Alun-alun Utara Yogyakarta. Tempat ini dibuka mulai dari jam 4 sore hingga tengah malam. Waktu terbaik untuk nongkrong di sini adalah mulai dari jam 7 malam, karena di jam tersebut akan ada hiburan live music. Dengan begitu, kamu dapat nongkrong dan ngobrol bersama teman-teman sambil diiringi lagu.

3. Titik Nol Kilometer

Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta diisi sejumlah bangunan peninggalan Belanda atau yang disebut juga dengan Loji. Saat malam hari bangunan-bangunan di kawasan ini dihiasi lampu merkuri kekuningan yang memancarkan kesan romantis dan syahdu. Di Titik Nol Kilometer ini cocok sekali untuk dijadikan tempat nongkrong dan spot foto.  Posisinya yang strategis membuatnya jadi lokasi berkumpul para wisatawan maupun para seniman. Dari Titik Nol Kilometer Anda bisa melihat hiburan-hiburan seperti orang berdandan dan bergaya patung perunggu, hantu-hantuan, ataupun orang yang menari dengan segala aksesoris dengan kostum yang unik. Berbagai event juga sering diadakan di titik nol kilometer ini.

4. Tugu Pal Putih Jogja

Tempat Ini sangat dikenali oleh banyak orang, karena Tugu Jogja menjadi ikon Yogyakarta. Tugu Jogja ini berada di tengah-tengah perempatan yang menghubungkan Jalan A.M. Sangaji, Jalan Diponegoro, Jalan Sudirman, dan Jalan Margo Utomo (P. Mangkubumi). Tugu ini sekaligus adalah tanda garis penghubung dari gunung Merapi, keraton Yogyakarta, hingga pantai selatan. Waktu yang paling cocok untuk mengunjungi Tugu Jogja adalah pada malam hari. Nuansa harmonisnya akan sangat terasa, apalagi sembari menikmati kopi atau memakan nasi oseng di angkringan setempat.

5. Bukit Bintang

Bukit Bintang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Jogja. Bukit bintang menjadi salah satu wisata malam yang hits di Jogja. Tempat ini disebut dengan Bukit Bintang karena di sana Anda dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota Jogja dari ketinggian puncak bukit. Di sana Anda dapat nongkrong santai sambil lesehan dan juga mencicipi jagung bakar dan wedang ronde.

Baca juga: 12 Kuliner yang Menggoyang Lidah di Jogja 

6. Watu Langit

Tak jauh dari Bukit Bintang, ada juga tempat wisata yang cocok dikunjungi untuk nongkrong di malam hari yaitu Watu Langit. Watu Langit juga menawarkan keindahan kota Jogja dari atas. Tempat ini berlokasi di Mlakon, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572.

7. Loko Coffee

Loko Coffee adalah kafe di Jogja yang terbilang masih baru namun langsung banyak pengunjungnya. Kafe ini memiliki letak yang strategis yaitu di ujung sebelah utara Malioboro dekat dengan Taman Parkir Abu Bakar Ali dan masih jadi satu area dengan stasiun Tugu Yogyakarta. Suasana malam di Loko Coffee tambah asik saat Anda duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan melihat lalu lalang kendaraan di jalan Malioboro. Kafe ini buka 24 jam dengan menu makanan dan minuman yang enak. Di kafe ini juga menyuguhkan hiburan live musik dari seniman seniman Jogja di malam hari.

Itulah 7 tempat nongkrong di Jogja yang cocok Anda kunjungi di malam hari.

Asal-Usul-Makanan-Gudeg-Abad-Ke-15 Asal-Usul-Makanan-Gudeg-Abad-Ke-15

makananjogja – Menurut sejarahnya, seperti dirangkum dari berbagai sumber, gudeg sudah muncul sejak tahun 1500-an. Makanan ini hadir saat pembangunan Kerajaan Mataram di Alas Mentaok. Di wilayah tersebut banyak tertanam pohon nangka yang menghasilkan buah melimpah. Banyaknya buah nangka tersebut membuat masyarakat setempat memutar otak untuk mengolahnya menjadi berbagai macam sajian.

Terutama jenis nangka muda (gori) yang seringnya tak terpakai. Kemudian nangka muda tersebut diolah dengan cara direbus selama beberapa jam hingga teksturnya empuk. Dalam proses memasaknya tersebut nangka diberi tambahan bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, santan dan tentunya gula aren atau gula jawa. Warna kecokelatan dari gudeg pun dihasilkan oleh gula aren yang meresap ke dalam daging buahnya.

Makanan khas ini awalnya merupakan makanan yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa saja, untuk menyiasatinya masyarakat yang kebanyakan adalah para pekerja, membuat makanan dari nangka muda itu. Hal ini dilakukan agar para pekerja mendapat asupan makanan. Karena jumlah nangka tersebut banyak, dimasaklah dalam porsi yang besar. Dalam memasak nangka tersebut para pekerja menggunakan alat pengaduk berupa alat menyerupai dayung perahu. Teknik mengaduk tersebut dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg, akhirnya dari situlah nama gudeg berasal.

Pada tahun 1600-an gudeg semakin populer sebagai salah satu sajian yang dihidangkan untuk tamu kerajaan. Pada saat itu, Raden Mas Cebolang singgah ke padepokan Pangeran Tembayat yang saat ini berada di wilayah Klaten. Di sana Pangeran Tembayat menjamu tamunya yang bernama Ki Anom dengan beragam makanan dan salah satunya adalah gudeg. Semakin populernya gudeg membuatnya menjadi sajian spesial untuk para raja lainnya. Seiring perkembangan zaman, gudeg mulai dikenal oleh masyarakat luas hingga ke luar daerah.

Baca Juga :5 Rekomendasi MInuman Tradisional Khas Jogja

Jenis gudeg sendiri terbagi menjadi dua macam yakni gudeg basah dan gudeg kering. Namun, gudeg basah lebih dahulu dikenal dan dikonsumsi masyarakat Tanah Air. Lama ke lamaan, gudeg pun berinovasi dengan hadirnya gudeg kering. Bahkan saat ini, gudeg sudah ada yang dikemas dengan kaleng (gudeg kalengan) sehingga mudah dibawa kemana-mana dan praktis tinggal makan.

Ada kampung gudeg di Yogyakarta

Di Yogyakarta terdapat satu sentra wisata gudeg yang populer, tepatnya berada di daerah Wijilan. Kampung gudeg tersebut sengaja dibangun pemerintahan setempat untuk melestarikan makanan bercita rasa manis itu, tepatnya tempat tersebut dibangun pada tahun 1970-an.

Bermula dari kampung itulah, kini banyak rumah makan yang menyajikan gudeg-gudeg terkenal dengan ciri khasnya masing-masing. Sebut saja, Gudeg Yu Djum, Gudeg Permata, Gudeg Bu Tjitro, dan masih banyak lagi rumah makan gudeg lainnya. Bahkan saat ini, ada juga sajian gudeg bercita rasa super pedas yang disebut gudeg mercon.

Ya, di masing-masing rumah makan tersebut, memiliki ciri khas penyajian yang berbeda-beda. Hanya saja yang membuat tampilannya menjadi seragam adalah lauk pelengkapnya seperti opor ayam, kerecek, dan telur pindang yang juga selalu tersaji dalam seporsi nasi gudeg. Kalau kamu, suka jenis gudeg yang seperti apa?

5-Rekomendasi-MInuman-Tradisional-Khas-Jogja 5-Rekomendasi-MInuman-Tradisional-Khas-Jogja

makananjogja – Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang beragam. Setiap daerah biasanya memiliki sesuatu yang khas. Baik itu makanan atau minuman atau yang lainnya. Khusus minuman, pasti setiap daerah memiliki minuman tradisional yang menjadi khasnya masing-masing seperti halnya di Jogja.

Setiap daerah juga terkadang minuman tradisional yang ada bisa sama dengan ditempat lain. Di Jogja sendiri ada beberapa minuman tradisional yang masih bisa ditemui. Nggak terlalu sulit untuk menemukan minuman tersebut.

Berikut 5 minuman tradisional yang ada di Jogja:

1. Jamu Jawa Asli Tradisional

Minuman jamu jawa asli tradisional ini masih bisa ditemukan di Jogja. Aku sendiri udah pernah menuliskan jamu jawa asli tradisional ini sebelumnya. Mungkin hampir semua dipulau jawa ada jamu jawa asli tradisional ini. Namum biasanya ada beberapa perbedaan dari tiap-tiap daerah.

Jamu jawa asli tradisional ini banyak macamnya. Ada jamu beras kencur, kunir asem, galian singset, galian masuk angin, galian sawan kikir, pitan, uyub-uyub, watukan, sawan tahun (lansia), galian pegel linu,dan masih banyak lagi. Kalau aku biasanya minum yang beras kencur sih. Jamu ini banyak manfaatnya dan yang pasti bebas bahan pengawet. Kamu pernah nyobain yang mana?

2. Wedang Jahe

Tau dong wedang jahe? Yup minuman dari jahe ini memang banyak ditemukan diberbagai tempat di Indonesia. Minuman ini minuman sederhana yang bisa menghangatkan tubuh. Kandungan jahe banyak manfaatnya sehingga baik untuk dikonsumsi.

Di Jogja, wedang jahe masih bisa ditemui salah satunya di angkringan. Aku terkadang sering beli kalau lagi pingin. Bisanya enak kalau dicampur sama susu putih. Rasannya menyegarkan dan menghangatkan. Kamu pernah nyoba?

Baca Juga : Rekomendasi Wisata kuliner minuman khas Jogja

3. Wedang Ronde

Minuman yang satu ini bisa dibilang khasnya Kota Jogja. Nggak tau apakah ditempat lain ada, atau mungkin berbeda namanya. Kalau di Kota Jogja, wedang ronde ini masih banyak ditemukan terutama di dekat Alun-alun utara atau alun-alun selatan.

Minuman wedang ronde ini sebenarnya kalau aku minum rasanya seperti wedang jahe yang ada tambahannya. Tambahannya biasanya ada roti tawar, kacang, semacam cendol dan ada seperti bulatan putih. Wedang ronde ini enak terutama kalau diminum pas lagi dingin. Bisa buat menghangatkan tubuh yang sedang kedinginan. Kamu pernah coba?

4. Air Tape Ketan

Minuman ini salah satu yang menarik menurutku. Kenapa? Sebelumnya aku belum pernah tau dan kepikiran kalau air tape bisa untuk minuman. Dan di Jogja aku bisa melihat air tape ini bisa di jadikan minuman yang banyak penikmatnya.

Air tape ketan ini merupakan benar-benar air tape ketan. Rasanya ya seperti tape pada umumnya. Aku sendiri pernah minum tapi udah jarang banget. Dan di Jogja sendiri, minuman tradisional ini masih bisa ditemukan diwarung-warung. Kamu pernah nyobai?

5. Wedang Uwuh

Dari 5 minuman yang aku tulis disini, minuman yang satu ini aku belum pernah coba. Nggak tau seperti apa rasanya, tapai kalau lihat bahannya yang masih bungkusan plastik pernah. Karena lumayan banyak dijual ditempat jual oleh-oleh. Dan sampai sekarang juga masih penasaran seperti apa rasanya.

Kalau menurut wikipedia, wedang uwuh ini adalah minuman yang bahan dari dedaunan mirip dengan sampah. Yang pasti kalau aku lihat yang masih bungkusan itu wujudnya banyak daunnya. Nggak tau rasanya seperti apa, tapi yang pasti ini sehat dan bermanfaat. Minuman ini salah satu khas dari Yogyakarta. Kamu udah pernah yobain?

Itu tadi 5 minuman tradisional yang ada di Jogja. Beberapa minuman diatas mungkin ada juga di tempat lain. Dan mungkin minuman tradisional yang umumnya banyak disukai adalah teh. Mungkin minuman ini udah nggak setradisional minuman yang ada diatas. Dan salah satu teh yang enak adalah produk dari Sariwangi.